Airlangga
Mḍang Airlangga termangu. Kemegahan Kadhaton 1 Mḍang yang beberapa waktu lalu dipenuhi lautan manusia pada pesta pernikahan anak raja, mendadak lengang. Sunyi, seperti sebuah rumah suwung . 2 Di atas kuda tunggangannya, Airlangga masih terpaku. Dia merasakan kabut yang turun dari lembah Gunung Wilis menelusup ke tulang pelipisnya yang basah berkeringat. “ Mimpikah aku ?” Ada tombak berdenting saling beradu, entah milik siapa, tetapi suaranya tiba-tiba hilang, seperti disapu angin gunung begitu saja. Sunyi kembali. Kadhaton Mḍang hampa. Kadhaton yang megah itu tiba-tiba saja berubah menyerupai tubuh gembel tua yang bau busuk , ringkih, lengang, dan sulit bisa dikenali lagi. Di sudut lain, seekor kuda meringkik kesakitan. Tubuhnya tersungkur, bersamaan dengan lenguhan panjang yang terdengar menyayat hati. Sebilah anak panah menancap, tepat di batok kepalanya. Tak jauh dari kuda itu, barangkali jumlahnya ratusan orang, ter...