Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa

 










Dalam gemuruh malam kelam

Tersentak negeri, dihujam bencana
Pralaya Medang membawa derita
Murka Aji Wora-Wari musnahkan takhta


Dia yang muda di antara reruntuhan
Memanggul beban takdir kehancuran
Berlari ke dalam kesunyian hutan jauh
Menjauh dari kejaran musuh


Gunung dan lembah ia tapaki sunyi
Sepi menyapa, di bayang kekelahan
Luruh daun, jejak mengabur mimpi
Berlari, bertahan, menguji diri dalam kesabaran


Di hutan Wotan Mas, dia temui pendeta
Leluhur bijak, penerang jalan
Petuah suci menjadi pemandu
Menyusun kekuatan dari puing kehancuran.


Dalam pengasingan dia menempa jiwa
Menyusun kekuatan, melawan luka
Membuat janji pada bumi dan dewa
Kelak kembali, tegakkan negara


Airlangga bangkit, menghapus rasa sakit
Dari pelarian menjelma pahlawan
Membangun negeri dari puing kehancuran

Airlangga bangkit dengan jiwa yang tabah
Dari Wotan Mas ia pimpin kembali
Menyatukan negeri, memulai Medang yang baru (*)

 

Bumi Panjalu, 16 November 2024 

Kevin Sanghang Wekasing Sukha, mahasiswa jurusan sejarah di UNP Kediri

 

#TugasPekan5

#Kopling

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Airlangga

Sengketa Bangunan Bersejarah Eks Hotel Wilhelmina di Kota Nganjuk: Warisan Kolonial yang Diperebutkan